Kebanyakan orang baru mengenal bintang kala ia sudah bersinar terang. Mereka memandang bintang sebagai sesuatu yang indah tanpa tau tahap-tahap mengerikan yang dilalui sebuah bintang untuk dapat bersinar terang. wajar memang jika jarang yang tau siklus hidup sebuah bintang karena usianya yang miliaran. Usia bintang tak sebanding dengan siklus hidup manusia yang tak sampai seabad lamanya. Namun tetap saja tak adil rasanya jika hanya mengidolakannya saat sudah terang tanpa tau apa-apa tentang gelapnya.
Para bintang terlahir dari reruntuhan dalam awan molekul raksasa. Ia melepaskan energi potensial gravitasi dan panas. Ia saling tarik menarik atom dalam gravitasi yang luar biasa. Ia berkembang jadi lebih panas dan semakin panas sambil terus tarik menarik. ia berubah dari suatu reruntuhan jadi sesuatu yang besar, gelap dan sendirian dalam kegelapan. ia mencetak bahan bakar yang tak terhitung banyaknya. Ia terus akan membakar bahan bakkar dalam dirinya hingga saat suhu permukaanya mencapai 2000 Celsius barulah ia dapat mulai bersinar. Saat bintang ingin bersinar lebih terang maka mereka akan membakar lebih banyak bahan bakarnya, dengan begitu semakin terang sinar sebuah bintang maka secara otomatis usianya akan semakin pendek dibanding bintang lainnya. begitulah yang dirasakan oleh bintang Sirius ( bintang paling terang di langit malam). Untuk mendapat predikat itu ia harus rela hidup lebih singkat dibanding yang lainnya.
Banyak orang yang ingin bersinar terang kala malam seperti bintang. Banyak juga yang iri terhadap sinar bintang yang gemilang, tapi jarang yang mau bersusah payah terbakar seperti bintang. aneh bukan?.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar